🏮 Makalah Perubahan Sosial Dan Kebudayaan

perubahansosial adalah proses sosial yang di alami oleh anggota masyarakat serta semua unsur-unsur budaya dan sistem-sistem sosial, dimana semua tingkat kehidupan masyarakat secara sukarela atau dipengaruhi oleh unsur-unsur eksternal meninggalkan pola-pola kehidupan, budaya dan sistem sosial lama kemudian menyesuaikan diri atau menggunakan Padabagian lain juga dinyatakan bahwa komunikasi merupakan dasar dari perubahan sosial. Perubahan yang dikehendaki dalam pembangunan tentunya perubahan ke arah yang lebih baik atau lebih maju keadaan sebelumnya. Pembangunan adalah merupakan proses yang penekanannya pada keselarasan antara aspek kemajuan lahiriah dan kepuasan batiniah. Assalammualaikum Wr.Wb Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas segala karunia dan rahmat-Nya, tugas makalah mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya dengan tema "KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA dan PERUBAHAN SOSIAL" ini dapat terselesaikan dengan baik dan alhamdulillah tepat pada waktunya. Kami menyusun makalah ini guna memenuhi tugas kelompok dan juga agar lebih memahami tema yang kami pilih. MakalahPerubahan Sosial Budaya BAB I PENDAHULUAN 1.1` Latar Belakang Perubahan dan dinamika merupakan suatu ciri yang sangat hakiki dalam masyarakat dan kebudayaan. Adalah suatu fakta yang tak terbantahkan, bahwa "perubahan" merupakan suatu penomena yang selalu mewarnai perjalanan sejarah setiap masyarakat dan kebudayaannya. Perubahansosial itu sifatnya umum dan terbuka, spontan atau terencana. Oleh karena itu, cepat atau lambat masyarakat selalu mengalami perubahan. Akibat dari perubahan itu terjadi perkembangan pranata (institutionalization) dan pergeseran nilai (value shift). PEMBAHASAN A. Perubahan Pranata Sosial 1. Definisi Pranata Sosial Seiringdengan perkembangan zaman, nilai-nilai kebudayaan pun mengalami perubahan. Hal ini dapat dilihat dari manifestasi perilaku masyarakat dalam berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan arsitektur rumah atau tempat tinggal. Wangsadinata dan Djajasudarma (1995) menyebutkan perkembangan arsitektur merupakan manifestasi dari keinginan (hasrat) manusia ke arah yang lebih baik fWilliamF. Ogburn Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaanbaik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dariunsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. 3. TugasSosiologi 'Makalah Perubahan Sosial'. William F. Ogburn dalam Moore (2002), berusaha memberikan suatu pengertian tentang perubahan sosial. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial. Penekannya adalah pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. Syukuralhamdulillah, saya ucakan kepada Allah STW, yang karena bimbingannyalah maka saya bisa menyelesaikan sebuah karya tulis pengantar sosiologi berjudul "Dampak Perubahan Sosial Dan Kebudayaan Terhadap Kehidupan Masyarakat" . Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan karya yang bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. . 83% found this document useful 18 votes19K views22 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?83% found this document useful 18 votes19K views22 pagesMakalah Perubahan Sosial BudayaJump to Page You are on page 1of 22 ~ 1 ~ BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Pada dasarnya, setiap kehidupan masyarakat senantiasa mengalami suatuperubahan. Perubahan-perubahan ini menjadi fenomena yang wajar dalam kehidupanbermasyarakat. Hal ini dikarenakan setiap manusia mempunyai kepentingan yangtidak terbatas. Untuk mencapainya, manusia melakukan berbagai perubahan-perubahan. Perubahan bukan semata-mata berarti suatu kemajuan, namun dapat pulaberarti suatu kemunduran. Secara umum, unsur-unsur kemasyarakatan yangmengalami perubahan antara lain nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-polaperilaku, organisasi sosial, lembaga-lembaga kemasyarakatan, stratifikasi sosial,kekuasaan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan sebagainya. Kesemua perubahan inidinamakan perubahan perubahan sosial itu sendiri merupakan suatu proses yangbermula sejak manusia hidup bermasyarakat. Proses itu tidak pernah berhenti sampaikapan pun, karena manusia selalu menciptakan hal-hal baru dalam hidupnya. Jadi,perubahan sosial bersifat konstan atau tetap. Artinya, perubahan sosial terjadi terusmenerus tanpa henti. Menurut Paul B. Horton 1999, tidak ada satu masyarakat punyang generasi barunya meniru atau mengambil alih seratus persen kebudayaangenerasi sebelumnya. Kondisi sosial dikatakan berubah apabila struktur sosialmengalami perubahan secara signifikan berarti. Perubahan jangka pendek dalan halturun naiknya jumlah pengangguran bukan merupakan perubahan sosial. Perubahanmode, fashion, atau perubahan perilaku dan gagasan yang bersifat sementara jugabukan termasuk perubahan sosial. Denikian juga proses pemilihan umum untuk mengganti pemerintah juga bukan perubahan sosial. Akan tetapi, apabila setelahpemilihan umum terjadi kudeta, misalnya muncul seorang pemimpin pemerintahanyang bersifat otoriter dan diktator sehingga struktur pemerintahan berubah, barulahdapat disebut telah terjadi perubahan sosial. ~ 2 ~ Masyarakat baru dapat dikatakan mengalami perubahan, apabila terjadiketidaksamaan antara keadaan di masa lampau dengan sekarang dalam waktu yangcukup lama. Masyarakat yang selalu mengalami perubahan relatif cepat disebutmasyarakat dinamis, misalnya masyarakat mempelajari perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat, perludiketahui sebab-sebab yang melatari terjadinya perubahan itu. Apabila diteliti lebihmendalam sebab terjadinya suatu perubahan masyarakat, mungkin karena adanyasesuatu yang dianggap sudah tidak lagi memuaskan. Faktor penyebab yang berasaldari dalam masyarakat sendiri antara lain bertambah atau berkurangnya jumlahpenduduk, penemuan baru, pertentangan dalam masyarakat, terjadinyapemberontakan atau revolusi. Sedangkan faktor penyebab dari luar masyarakat adalahlingkungan fisik sekitar, peperangan, pengaruh kebudayaan masyarakat lain. B. Permasalahan Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas maka permasalahan yang akandibahas dalam makalah ini adalah 1. Apa hakekat perubahan sosial?2. Bagaimana bentuk perubahan sosial?3. Apa faktor pendorong, penghambat dan penyebab perubahan sosial?4. Bagaimana proses perubahan sosial? C. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui 1. Hakekat perubahan sosial2. Bentuk perubahan sosial3. Faktor pendorong, penghambat dan penyebab perubahan sosial4. Proses perubahan sosial ~ 3 ~ BAB IIPEMBAHASANA. Hakekat Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembagalembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistemsosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok kelompok dalam masyarakat Selo Soemardjan 1974. Hal ini dikarenakan sifatperubahan sosial yang berantai dan saling berhubungan antara satu unsur denganyang unsur kemasyarakatan yang lainnya. Pengkajian mengenai perubahan sosialrelatif luas dan kompleks. Oleh karenanya, beberapa ahli sosial berusahamendefinisikan pengertian perubahan sosial sebagai berikut 1. Kingsley Davis Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam strukturdan fungsi masyarakat. 2. William F. Ogburn Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaanbaik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dariunsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. 3. Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungansocial relation atau perubahan terhadap keseimbangan equilibrium hubungansosial. 4. Gillin dan Gillin Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari carahidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi,kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusiatau penemuanpenemuan baru dalam masyarakat. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 91% found this document useful 11 votes41K views25 pagesDescriptiontuisan ini dibuat semasa mengikuti mata kuliah perubahan sosial budaya, yang berisi resume dari berbagai Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?91% found this document useful 11 votes41K views25 pagesMakalah Perubahan Sosial BudayaDescriptiontuisan ini dibuat semasa mengikuti mata kuliah perubahan sosial budaya, yang berisi resume dari berbagai description - Perubahan dalam kehidupan manusia merupakan keniscayaan dan akan senantiasa terjadi. Seluruh masyarakat di dunia mengalaminya sehingga perubahan bisa dikatakan bersifat universal. Maka itu, perubahan masyarakat menjadi topik penting dalam kajian ilmu sosial, terutama sosiologi. Pengamatan dari sudut pandang sosiologi menyimpulkan bahwa perubahan dalam masyarakat tidak hanya menyentuh aspek sosial, melainkan juga budaya. Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan sering kali berjalan beriringan. Lantas, apa perbedaan perubahan sosial dan perubahan budaya? Meskipun berbeda, menukil Modul Konsep dan Pendekatan Perubahan Sosial terbitan UT, kedua jenis perubahan dalam masyarakat itu pada dasarnya tidak dapat dipisahkan. Melalui modul itu, Profesor Tahir Kasnawi dan Prof. Sulaiman Asang menulis, perubahan sosial dan budaya saling terkait karena setiap masyarakat adalah kumpulan manusia yang diikat oleh suatu kebudayaan. Adapun kebudayaan adalah wujud kesatuan cara merasa, berpikir, dan bertindak dari para warga anggotanya. Ketika perubahan sosial terjadi, maka semua segi kehidupan masyarakat bisa berubah. Perubahan tidak hanya mencakup organisasi lembaga masyarakat dan interaksi sosial, tapi juga cara berpikir serta bersikap dari para kenapa, dalam sosiologi, dikenal pula istilah perubahan sosial budaya, yang berarti gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Namun, kedua proses perubahan itu tetap dapat dibedakan. Mengutip laman Oxford Bibliographies, struktur sosial dan kebudayaan secara konseptual berbeda meski sama-sama dapat terimbas oleh perubahan dalam sistem sosial lebih berkaitan dengan jaringan hubungan dan interaksi antarorang di masyarakat. Sedangkan budaya mengacu kepada cara masyarakat berpikir dan menjalani kehidupan. Dimensi budaya sangat luas karena meliputi bahasa, pengetahuan, kepercayaan, tata nilai, norma, hingga paling mencolok antara perubahan sosial dan budaya terletak pada prosesnya. Mengutip penjelasan dalam Modul IPS terbitan Kemdikbud 202060, perubahan sosial lebih mudah terjadi daripada perubahan kebudayaan. Perubahan kehidupan sosial bisa lebih mudah terjadi karena masyarakat senantiasa menghadapi masalah baru yang membutuhkan penyelesaian. Berbagai perubahan pada aspek sosial sering kali segera memicu efek berantai yang membuat banyak bidang lain turut berubah. Sebagai contoh, ketika aktivitas ekonomi meningkat dan kesejahteraan lebih merata, jumlah orang yang mampu membeli mobil pun bertambah. Di sisi lain, kemajuan industri menyebabkan produksi mobil bisa dikerek dengan cepat. Akibatnya, terjadilah peningkatan jumlah mobil yang beroperasi. Efek berantainya adalah muncul kebutuhan pembangunan jalan baru, SPBU, pabrik suku cadang, hingga bengkel. Proyek jalan baru bisa memicu perubahan sosial lain karena terjadi penggusuran lahan milik sebagian masyarakat. Adapun menjamurnya pabrik perakitan mobil maupun suku cadang bisa memicu perubahan sosial berupa peralihan pekerjaan banyak orang dari petani atau pekerja informal menjadi buruh industri. Sebaliknya, perubahan kebudayaan masyarakat dapat lebih sulit atau lebih lambat terjadi. Sebab, kebudayaan menyangkut nilai dan norma yang tertanam di alam pikiran semua warga budaya hanya mungkin terjadi jika semua golongan masyarakat menerima perubahan dan beradaptasi dengan mengadopsi hal-hal baru, sehingga membuat nilai-nilai, norma, perilaku maupun kebiasaan turut berubah pula. Sebagai contoh, di kebudayaan Jawa, berlaku nilai, norma dan kebiasaan menghormati orang yang lebih tua. Budaya ini diterapkan lewat pemakaian bahasa lebih halus maupun sikap merendahkan tubuh saat bertemu dan bicara dengan orang-orang yang lebih tua. Sekalipun modernisasi dan perubahan sosial di bidang ekonomi, teknologi, hingga pendidikan telah lama dialami oleh masyarakat suku Jawa, budaya penghormatan pada orang tua seperti disebut di atas belum sepenuhnya lenyap. Penggunaan bahasa Jawa krama inggil untuk berbicara pada para orang tua, misalnya, masih lazim digunakan walau kini mulai terkikis. - Pendidikan Penulis Addi M IdhomEditor Iswara N Raditya

makalah perubahan sosial dan kebudayaan