🦪 Silsilah Keturunan Raja Sinjai

RajaBone I alias Tomanurung digelari masyarakat Bone Matasimpoe. Periode kepemimpinannya berlansung selama 40 tahun, yakni dari tahun 1330 - 1370 Masehi. Selama menjadi Raja, ia bersama istrinya yang bernama Tenriawaru yang digelari Tomanurung ri Toro dikaruniai lima putra yakni, La Umasa, Patanra Wanua, Tenri Salogo, We Arratiga dan Isamateppa. SilsilahKeturunan Raja-raja Sumedanglarang February 26, 2018 Silsilah Keturunan Raja-raja Sumedanglarang Silsilah Keturunan Leluhur Sumedang Mulai Dari Prabu Aji Putih Direktoriini berbentuk excel file yang memuat nama-nama raja dari Datuak Sri Maharaja Diraja dan Tuanku Rajo Tianso. Untuk sementara sampai saat ini (240 Nama) baru di lingkungan keluarga Inti yaitu Raja Alam, Raja Adat dan Raja Ibadat serta perangkat seperti Panitahan Sungai Tarab.Sara menggunakan cukup mudah, cukup dengan melakukan sort pada : SilsilahKeturunan Raja-Raja: Kerajaan Siak Sri Indrapura Dan Kerajaan Pelalawan . Tersimpan di: Main Author: H.T.S Umar Muhammad.dkk: Format: Book: Bahasa: ind: Terbitan: Silsilah Kurunan Raja-Raja Kerajaan Siak Sri Indrapura dan Kerajaan pelalawan oleh: Eci Rahmayani Ditanah kelahiran Arung Palakka, Cicu mengunjungi beberapa lokasi pemakaman. Silsilahketurunan raja-raja Kerajaan Siak Sri Indrapura dan Kerajaan Pelalawan / Lists. This edition is on 0 lists. Are you sure you want to remove Silsilah keturunan raja-raja Kerajaan Siak Sri Indrapura dan Kerajaan Pelalawan from this list? No lists yet! Recent Activity. When What Who Comment; 2 minutes ago: N-I-L (list) - diff. 4ize: Anakdan Istri Sultan Hasanuddin - Silsilah Keturunan Raja Gowa Ke-16. 19:40. Bacaan Lengkap Shalat Wajib Tulisan Latin Serta Tata Cara Shalat Yang Benar. 22:45. Contoh AD/ART Organisasi Pencinta Alam Terbaru 2020 . 23:48. Kata-Kata Mutiara Perkawinan Kristen Terbaru 2021. 14:59. Paling Viral SilsilahKeturunan Raja-Raja: Kerajaan Siak Sri Indrapura Dan Kerajaan Pelalawan . Tersimpan di: Main Author: -(-) Format: Book: Bahasa: ind: Terbitan: Pekanbaru b, 1988: Silsilah Kurunan Raja-Raja Kerajaan Siak Sri Indrapura dan Kerajaan pelalawan oleh: Umar Muhammad Skanaacom, JAKARTA - Para raja di Kerajaan Kediri merupakan keturunan dari Raja Airlangga. Kerajaan Kediri merupakan salah satu kerajaan besar di nusantara. . Sejarah Keluarga Kerajaan SaudiUntuk mengetahui sejarah keluarga Kerajaan Arab Saudi, kita perlu melacak akarnya kembali ke peradaban paling awal di Jazirah Arab. Selama berabad-abad, Jazirah Arab telah memainkan peran penting dalam sejarah sebagai pusat perdagangan kuno dan sebagai tempat pusat kelahiran Agama strategis di antara dua pusat besar peradaban pada saat itu, Lembah Sungai Nil dan Mesopotamia, Jazirah Arab adalah persimpangan jalan dunia kuno. Perdagangan sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan di kawasan itu; rute karavan memungkinkan kehidupan dalam iklim di Jazirah itu mengembangkan jaringan rute perdagangan yang rumit untuk mengangkut barang-barang pertanian yang sangat dicari di Mesopotamia, Lembah Nil, dan Cekungan Mediterania. Barang-barang ini termasuk almond dari Taif, kurma dari banyak oasis, dan aromatik seperti kemenyan dan mur dari dataran besar melakukan perjalanan dari tempat yang sekarang Oman dan Yaman, di sepanjang rute perdagangan besar yang melintasi Provinsi Asir Arab Saudi dan kemudian melalui Mekah dan Madinah, akhirnya tiba di pusat-pusat kota di utara dan di Jazirah Arab sebagian besar tetap tidak tersentuh oleh kekacauan politik di Mesopotamia, Lembah Nil dan Mediterania timur. Barang dan jasa mereka sangat diminati terlepas dari kekuatan mana yang dominan saat ini – Babel, Mesir, Persia, Yunani atau Roma. Selain itu, hamparan padang pasir yang luas di Jazirah itu membentuk penghalang alami yang melindunginya dari invasi oleh tetangga yang kuat saat Nabi Muhammad dan Peradaban IslamSekitar tahun 610 M, Muhammad, seorang pemuda yang berasal dari pusat komersial kota Mekah menerima wahyu dari Allah melalui perantara Malaikat Jibril dan diangkat menjadi Nabi. Nabi Muhammad kemudian berdakwah kepada kaumnya dan menghadapi berbagai macam halangan dan rintangan hingga akhirnya Nabi Muhammad berhasil menegakkan peradaban baru, Peradaban Islam di Jazirah dari 100 tahun setelah kelahiran Islam, Peradaban Islam terus meluas dari Spanyol hingga ke bagian India dan Cina. Meskipun pusat-pusat kekuasaan politik telah pindah Jazirah Arab, perdagangan tetap berkembang di daerah tersebut dan Kota Mekkah dan Madinah menjadi pusat ibadah umat bahasa Arab sebagai bahasa pembelajaran internasional adalah faktor utama lain dalam pengembangan budaya Jazirah Arab. Dunia Muslim menjadi pusat pembelajaran dan kemajuan ilmiah selama apa yang dikenal sebagai ā€œZaman Keemasanā€. Para cendekiawan Muslim memberikan kontribusi besar dalam banyak bidang, termasuk kedokteran, biologi, filsafat, astronomi, seni, dan sastra. Banyak ide dan metode yang dipelopori oleh para sarjana Muslim menjadi dasar dari ilmu pengetahuan modern saat Islam berkembang pesat hingga abad ke-17, kemudian terpecah-pecah menjadi kerajaan-kerajaan Islam yang lebih kecil. Jazirah Arab secara bertahap kemudian memasuki periode isolasi yang relatif, meskipun Mekah dan Madinah tetap menjadi jantung spiritual dunia Islam dan terus menarik para peziarah dari banyak Negara Saudi PertamaPada awal abad ke-18, seorang Ulama Islam dan reformis bernama Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mulai mengajak masyarakat di daerahnya untuk kembali ke ajaran Islam yang asli. Beliau awalnya mendapat penentangan dari para cendekiawan dan pemimpin agama setempat yang memandang ajarannya sebagai ancaman terhadap basis kekuasaan mereka. Syaikh kemudian mencari perlindungan ke kota Dir’iyyah, yang dikuasai oleh Muhammad bin Muhammad bin Abdul Wahhab dan Muhammad bin Saud kemudian bekerja sama untuk mendedikasikan diri mereka untuk mengembalikan ajaran Islam yang murni kepada masyarakatnya. Dalam semangat itu, Muhammad bin Saud mendirikan Negara Saudi Pertama dengan ibukota Dir’iyyah, yang makmur di bawah bimbingan Syaikh Muhammad bin Abdul tahun 1788, Negara Saudi Pertama berhasil memerintah seluruh wilayah yang dikenal sebagai Najd. Pada awal abad ke-19, kekuasaannya terus meluas ke sebagian besar Jazirah Arab, termasuk Mekah dan dan keberhasilan Al-Saud membangkitkan kecurigaan Kekaisaran Ottoman, penguasa dominan di Timur Tengah dan Afrika Utara pada saat itu. Pada tahun 1818, Kekaisaran Ottoman mengirim pasukan ekspedisi besar yang dipersenjatai dengan artileri modern ke wilayah barat Arab. Tentara Ottoman mengepung Kota Dir’iyyah. Pasukan Ottoman meratakan kota dengan senjatanya dan membuatnya tidak dapat dihuni secara permanen dengan menghancurkan sumur dan mencabut semua pohon Saudi KeduaPada 1824, keluarga Al-Saud berhasil mendapatkan kembali kendali politik di Jazirah Arab tengah. Penerus Kelurga Al-Saud, Turki bin Abdullah Al-Saud memindahkan ibukotanya ke Riyadh, sekitar 20 mil selatan Dir’iyyah, dan mendirikan Negara Saudi Kedua. Selama 11 tahun pemerintahannya, Turki Al-Saudi berhasil merebut kembali sebagian besar tanah yang hilang sejak penyerangan Utsmani. Ketika ia memperluas kekuasaannya, ia mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa rakyatnya menikmati hak-hak, dan ia memperhatikan kesejahteraan bawah Turki dan putranya, Faisal, Negara Saudi Kedua menikmati masa damai dan kemakmuran, dan perdagangan dan pertanian berkembang. Ketenangan itu hancur kembali pada tahun 1865 saat Kekaisaran Ottoman yang baru memperluas wilayah ke Jazirah Arab. Tentara Ottoman merebut bagian-bagian dari Negara Saudi, yang pada waktu itu diperintah oleh putra Faisal, Abdulrahman. Dengan dukungan Ottoman, keluarga Hail Al-Rashid melakukan upaya bersama untuk menggulingkan Negara Saudi dengan pasukan yang jauh lebih besar dan lebih lengkap, Abdulrahman bin Faisal Al-Saud terpaksa meninggalkan perjuangannya pada tahun 1891. Dia mencari perlindungan dengan suku-suku Badui di padang pasir luas di Arabia timur yang dikenal sebagai Rub Al-Khali. Dari sana, Abdulrahman dan keluarganya melakukan perjalanan ke Kuwait, di mana mereka tinggal sampai tahun 1902 dan membawa putranya yang masih muda, Abdulaziz, yang kemudian mendirikan Kerajaan Arab Saudi Modern Arab Saudi Fase KetigaAbdulaziz muda bertekad untuk mendapatkan kembali warisannya yang direbut oleh Keluarga Hail Al-Rashid dan Ottoman, yang telah mengambil alih Riyadh dan mendirikan Kegubernuran Ottoman di sana. Pada tahun 1902, Abdulaziz muda, yang hanya ditemani 40 pengikutnya mengadakan pawai malam yang berani menuju Riyadh untuk merebut kembali jantung kota, yang dikenal sebagai Benteng Masmak. Peristiwa legendaris itu menandai awal pembentukan Negara Saudi berhasil kembali mendapatkan Kota Riyadh, Abdulaziz kemudian berhasil merebut kembali semua Hijaz, termasuk Mekah dan Madinah, pada tahun 1924 hingga 1925. Dengan pengaruhnya, Abdulaziz berhasil menyatukan suku-suku yang bertikai menjadi satu tanggal 23 September 1932, negara itu diresmikan menjadi Kerajaan Saudi Arabia dengan Islam sebagai agama resmi negara, Bahasa Arab sebagai bahasa nasional dan Al-Quran dan Al-Hadits sebagai Raja Abdulaziz Al-Saud mendirikan Kerajaan Arab Saudi modern Saudi Fase ke-III pada tahun 1932, transformasi Jazirah Arab menjadi sangat mencengangkan. Dalam beberapa dekade singkat, Jazirah Arab telah berubah dari gurun pasir menjadi negara modern yang canggih dan pemain utama di panggung Keluarga Kerajaan Arab SaudiBeberapa hari terakhir ini, beredar kabar yang mengatakan bahwa Keluarga Al Saud berasal dari keturunan Yahudi. Dari kabar tersebut, Raja Arab Saudi berasal dari seorang Yahudi bernama Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe. Benarkah demikian?Berdasarkan manuskrip silsilah Keluarga Al Saud, yang saat ini tersimpan baik di Daarah Malik Abdulaziz, Riyadh, sebuah Yayasan Penelitian dan Pelestarian sejarah dan budaya Arab Saudi dapat ditelusuri asal usul dan silsilah Keluarga Al Manuskrip tersebut dituliskan Saud bin Abdulaziz bin Muhammad bin Saud bin Muhammad bin Muqrin bin Markah bin Ibrahim bin Musa bin Rabia bin Manea bin Rabiaa Al-Rubai Al-Waazid Al-Yazidi dari Al-Waazid Bani catatan tersebut, Keluarga Al Saud berasal dari seseorang bernama Mani’ bin Rabi’a al‐Muraydi. Mani’ bin Rabi’ah al-Muraydi adalah tokoh leluhur tertua dari Keluarga Al-Sa’ud yang berasal dari Kafilah Bani Hanifah adalah salah satu suku Arab lama yang terkenal. Nama kafilah ini berasal dari Hanifah bin Lajim bin Sha’ab bin Ali bin Bakr bin Wa’il bin Qasith bin Hinb bin Afsha bin Du’ami bin Judailah bin Asad bin Rabi’ah bin Nazzar bin Ma’ad bin redaksi Dari data silsilah ini dapat dilihat bahwa Keluarga Al Saud bukanlah keturunan Yahudi. Jika Adnan yang dimaksud adalah salah seorang nenek moyang Bangsa Arab yang merupakan keturunan Nabi Ismail, maka silsilah Raja Arab Saudi tersambung hingga kepada Nabi Ismail bin Ibrahim Alaihimassalam. Wallahu a’ Saudi Royal Family News and Information, Samin 2015. Of Sand or Soil Genealogy and Tribal Belonging in Saudi ArabiaJames Wynbrandt 2010. A Brief History of Saudi ArabiaRedaktur Hermanto Deli Beberapa hari sebelum ini saya agak heboh ke beberapa orang. Jadi waktu itu akan ada FTV yang lokasi syutingnya itu di Sinjai, kampung halaman tercinta yg selalu saya bangga2kan kemana-mana, bahkan sampai ke luar negeri eh. Bukan cuman itu, pemainnya juga menjanjikan bo’ ada Deddy Mizwar. Jaminan kualitas sebuah tayangan, baik film maupun di televisi. Judulnya Dijual Garis Darah. Oia, waktu nulis ini, FTV-nya sudah ditayangkan kemaren, tanggal 23 Desember 2011 ^^ Oke, karena ini FTV, dan tidak tau kapan akan ditayangkan lagi, saya ceitakan saja sinopsisnya. Buat saya siy menarik dan menyentil, karena sampai saat ini masih sering jadi bahan pembicaraan, khususnya orang2 di Sulawesi. Secara garis besar ceritanya tentang 2 orang yang saling mencintai yang terpaksa dipisahkan karena setelah dirunut garis darah masing2, para kakek buyut mereka ternyata bermusuhan. Sehingga orang tua sang gadis tidak rela anaknya berhubungan dengan keturunan dari musuh nenek moyang mereka. Klise ya? Sepertinya. Tapi seperti biasa pula, selalu ada pesan2 baik yang disampaikan oleh Deddy Mizwar dalam setiap tayangan yang melibatkan beliau. Di bawah ini saya coba menuliskannya kembali, tentunya ditambah opini saya pribadi tentang hal ini. Pertama, tentang silsilah keturunan. Mungkin bukan hanya di Sinjai ada yang seperti ini. Dulu waktu masih jaman penjajahan, kita kan belum bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap daerah ada penguasa atau Rajanya masing-masing. Mereka inilah para bangsawan, yang memiliki daerah kekuasaan dan rakyat yang patuh pada perintah sang Raja. Di daerah Bugis Makassar, para Raja ini diberi gelar Andi. Ada juga yang bergelar Petta atau Karaeng. Ketika pemerintahan beralih ke sistem Republik, para Raja di jamannya ini masih tetap memiliki posisi yang terhormat. Tetap disegani oleh rakyatnya. Sampai sekarang bahkan masih ada kan ya sistem kerajaan di Indonesia. Seperti di Solo atau Yogyakarta. Penghormatan masyarakat umum kepada para bangsawan masih tetap berlanjut hingga saat ini. Walau tidak terang2an seperti dulu, tapi tetap para bangsawan itu ā€diseganiā€ utamanya di kalangan rakyat biasa. Inilah yang kadang menciptakan polemik. Siapa keturunan Raja siapa, yang mana yang masih berpengaruh, apakah masih layak bergelar Andi atau tidak, jelaskah runutan silsilah keluarganya, dll. Sebagian masih mengagung-agungkan kebangsawanannya, sebagian lain -yang lebih moderat- tidak lagi mempermasalahkan hal tersebut. Well, pada akhirnya itu pilihan kita sih. Mau mengagung-agungkan kebangsawanan nenek moyang kita pada masa lalu atau memilih untuk menjadi ā€setaraā€ dengan yang lain. Tapi ada satu hal penting yang juga secara lugas sudah disampaikan pada film ini, bahwa ā€yang paling penting adalah perilakumu. Bukan asal usul keluargamu. Ini yang sering dilupakan oleh para bangsawan kitaā€ Absolutely right. Dari apa yang saya lihat di sekeliling saya, betapa banyak orang2 yang begitu disibukkan dalam mempermasalahkan ke-Andi-annya. Dengan sangat bangga memajang gelar tersebut. Dalam titik ekstrim malah ada yang sampai marah jika ada yang lalai memasang gelar tersebut pada nama lengkapnya. Misalnya nih ya, seseorang diundang dalam sebuah acara. Dalam undangan tersebut, tidak ada gelar Andi yang tertera. Ada loh, yang sampe tidak mau menghadiri undangan tersebut karena gelar Andi-nya tidak disertakan. Oemji.. Padahal, dulu, seseorang diberi gelar bangsawan, diberi posisi terhormat di kalangan masyarakat, dan bahkan dipercaya oleh rakyatnya memerintah di suatu daerah, tentu karena sikap dan perilakunya yang juga terhormat. Mereka bukan orang yang sibuk kesana kemari membahas siapa yang lebih tinggi derajatnya dari yang lain. Mereka adalah orang2 yang bertanggung jawab terhadap kehidupan rakyatnya pada saat itu, termasuk melindungi dari para penjajah. Itu yang saya tau. Kedua. Tentang cinta mencinta. Haha, ini saya bahas lebih karena ia juga menjadi topik utama dalam film ini. Menyakitkan memang, ketika terpaksa dipisahkan dengan orang yang dicintai karena masalah perseteruan nenek moyang kita yang bahkan kita tidak pernah melihatnya. Begini. Kita sepakat kan, kalo sifat, karakter, perilaku seorang anak adalah bentukan dari didikan orang tua dan lingkungan terdekatnya ketika ia masih kecil? Tidak secara keseluruhan pastinya, tapi sebagian besar. Nah, ada orang tua yang sepenuhnya memberikan kebebasan pada anak dalam menentukan masa depannya, termasuk dalam memilih pendamping misalnya. Ada pula orang tua yang merasa turut andil dalam kehidupan anaknya, sehingga merasa perlu untuk mencarikan jodoh. Muncullah istilah Pilot, pilihan orang tua hehe. Tidak ada yang salah, sekali lagi semuanya kembali ke pilihan masing-masing. Nah, apa yang ingin saya katakan adalah, jika memang ada orang tua yang tidak ingin anaknya asal pilih pasangan tanpa melihat asal usul dan latar belakang keluarganya, itu semestinya ditanamkan sejak mereka masih kecil. Sejak kecil mereka dibiasakan dan secara tidak langsung dipahamkan bahwa tidak boleh sembarangan dalam memilih pendamping hidup. Harus jelas siapa keluarganya misalnya. Itu kalau orang tuanya memang tidak ingin anaknya menikah dengan orang yang tidak dikenal oleh orang tuanya. Sehingga secara mental, terbentuk pola pikir demikian di benak sang anak. Secara otomatis ia akan berhati-hati dalam menentukan pilihan pendamping. Poinnya adalah, sang anak tidak dikagetkan ketika ia sudah terlanjur mencinta dan menjumpai kenyataan orang tuanya tidak menyetujui pilihannya. Jika demikian bisa saja anaknya berkata kenapa tidak bilang dari dulu kalo ada aturan seperti itu? Ini yang kadang juga dilupakan oleh beberapa orang tua. Anaknya dibebaskan untuk pacaran dengan siapa pun, sejak awal tidak diingatkan bahwa ia –orang tuanya- memiliki standar dalam menentukan siapa yang akan dipilih menjadi calon menantunya. Tanpa adanya komunikasi seperti ini, ya wajarlah yaa kalo pilihan sang anak kebentur sama standar orang tuanya. Mohon maaf, sekali lagi ini menurut pengamatan pribadi saya yaa. Catet, pengamatan bukan pengalaman haha.. dibahas. Yang saya tau, di kalangan kerajaan, sejak kecil anak-anak mereka sudah dibiasakan dengan segala tata krama yang harus dipatuhi. Mulai dari perilaku, pergaulan, bahkan mungkin sampai ke pakaian kali ya? Demikian komentar saya soal silsilah dan garis keturunan. Semoga tidak ada lagi yang tersinggung dengan tulisan saya ini. Fyi, sampai saat ini topik ini masih sering jadi bahasan dalam pembicaraan orang2 di daerah saya. Butuh keberanian dan sikap tegas untuk mendobrak aturan2 yang kadang ndak masuk akal itu. Itu baru masalah keturunan. Belum lagi soal ritual adat istiadat yang urusannya lebih ruwet lagi. Saya akan membahasnya di bagian lain. Ngantuk euy.. plak Trivia Di antara beberapa daerah yang pernah menganut sistem kerajaan di Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan, kenapa ya dipilih daerah Sinjai Bone untuk mengangkat tema ini dalam sebuah ftv? Apa memang kedua daerah ini terkenal dengan orang2nya yang masih suka membangga2kan kebangsawanannya? Jika memang iya, kok saya justru malu ya? Hare geneee… SEJARAH SINGKAT KERAJAAN YANG PERNAH BERKUASA DI SINJAI Oleh Andi Agung Iskandar Karaenta Manjapai A. Latar Belakang Sinjai di masa lalu adalah suatu wilayah kerajaan yang terpecah menjadi kerajaan kecil yang berkuasa secara otonom dan mandiri. Kerajaan-kerajaan tersebut antara lain Tiga dari kerajaan yg menguasai pesisir terdiri dari Tondong, Bulo-Bulo dan Lamatti yang disebut Persekutuan ā€œTellulimpo-Eā€ Tujuh dari yang menguasai pengunungan, yaitu Turungeng, Terasa, Manipi, Manimpahoi, Suka, Bala Suka dan Pao yang disebut Persekutuan ā€œPitulimpoe-Eā€. Dalam perjalanan sejarah Kerajaan Bulo-Bulo merupakan kerajaan yang paling kuat dan paling berpengaruh dari 10 kerajaan ini, bahkan Bulo-Bulo menjadi pemimpin persekutuan leading sektor dari kerajaan persekutuan kerajaan ini. B. Kerajaan Persekutuan Tellulimpo-E Kerajaan Tondong dan Bulo- Bulo merupakan kerajaan kembar yang didirikan oleh La Patongai yang digelar ā€œTimpa-E Tanaā€ membuka lahan di ā€œTonro-Eā€ sekitar akhir abad ke-13 atau sekitar tahun 1367 masehi. Sebelum La Patongai mempersatukan wilayah ini kedalam suatu pemerintahan kerajaan yang teratur dan tersetruktur, daerah ini merupakan wilayah yang terpecah-pecah yang dikuasai oleh sekelompok kecil penguasa belum teratur yang disebut ā€œanang dan gellaā€ bahkan diantara para gella ini sering terlibat konflik dalam memperebutkan wilayah subur. Para penguasa atau ā€œGellaā€ yang berkuasa dan terkenal pada saat itu, antara lain Tokka, Kolasa, Saukang dan Samataring yang kemudian menjelma menjadi Gellareng atau dewan adat, sehingga La Patongai juga gelar ā€œPasajaā€ karena berhasil mempersatukan wilayah ini menjadi suatu pemerintahan yang teratur dan tersetruktur. Atas kesepatakan para gella sebagaimana yang disebutkan di atas Dg. La Patongai, maka didirikanlah Kerajaan Tonroe yang kemudian dilafalkan menjadi ā€œTondongā€ dan diangkat La Patongai menjadi Raja Tondong pertama, sedangkan para ā€œGellaā€ yaitu Gellareng Tokka dan Gellareng Kolasa dikukuhkan menjadi Ade’ Pitue dewan adat Kerajaan Tondong. Sesuai amanah Puatta TIMPA-E Tana, Dewan Adat ā€œAde Pitu’eā€ Tondong membagi dua kekuasaan kerajaan kepada kedua anak La Patongai, yakni Sappe Ribulu menjadi Raja Tondong, sedangkan Barubbu Tanae menjadi Raja Bulo-Bulo.

silsilah keturunan raja sinjai